UnsurIntrinsik Hikayat Indera Bangsawan Pada suatu hari Raja Indera Bungsu dari kerajaan Negeri Kobat Syahrial menginginkan anak. Beliau lantas mengutus orang - orang yang diperintah oleh patihnya untuk membaca do'a Qunut dan bersedekah kepada fakir miskin. UnsurIntrinsik Prosa Adapun unsur intrinsik prosa adalah sebagai berikut. 1. Hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh hikayat: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, si Pitung, Hikayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman. 2. Sejarah. Unsurekstrinsik hikayat tersebut yaitu nilai moral seperti orang akan dikenal dari tutur katanya yang dapat di lihat pada kutipan berikut. "Raja pun tercengang mendengar pernyataan Dimnah itu, ia menyimpulkan bahwa Dimnah adalah orang yang bijak dan berilmu meskipun belum terkenal namanya" Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba roboguru plus! 267 Berikutanalisa yang menjadikan Hikayat Indera Bangsawan termasuk dalam prosa lama. - Struktur cerita pada Hikayat Indera Bangsawan Kepahlawanan karena di lihat dari ceritanya "Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya dikalahkan oleh Garuda. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya." Ceritahikayat dimulai dengan kata-kata sebermula, arkian, syahdan, alkisah, hatta, atau tersebutlah. Kata-kata seperti itu sudah tidak digunakan saat ini, kecuali kata tersebutlah. Cerita hikayat juga didukung unsur intrinsik dan ekstrinsik. 1. Unsur Intrinsik Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Takhanya kisahnya saja, unsur intrinsik, pesan moral, dan fakta menariknya juga telah kami rangkum. Cerita Hikayat Indera Bangsawan Alkisah, pada zaman dahulu, ada sebuah Kerajaan Kobat Syahril yang megah dan mewah. Raja yang memimpin kerajaan itu bernama Raja Indra Bungsu. Ia adalah seorang raja yang sangat bijaksana dan adil dalam bertindak. . Ringkasan Singkat Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya — Hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang berbentuk prosa dari Melayu. Hikayat ini juga biasanya berisi cerita, silsilah rekaan bukan yang sebenarnya, undang-undang, cerita keagamaan, sejarah, biografis atau bisa juga gabungan dari jenis-jenis cerita tadi. Pada kesempatan ini, Mamikos akan menginformasikan untuk kamu sekalian mengenai ringkasan singkat cerita hikayat Indera Bangsawan. Bukan hanya ringkasan ceritanya saja, Mamikos juga akan menginfokan apa saja pesan moral dari hikayat Indera Bangsawan tersebut. Singkatan Cerita Hikayat Indera Bangsawan serta Pesan MoralnyaDaftar IsiSingkatan Cerita Hikayat Indera Bangsawan serta Pesan MoralnyaPengertian dan Penjelasan Mengenai HikayatNilai yang Terkandung dalam HikayatRingkasan Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya Daftar Isi Singkatan Cerita Hikayat Indera Bangsawan serta Pesan Moralnya Pengertian dan Penjelasan Mengenai Hikayat Nilai yang Terkandung dalam Hikayat Ringkasan Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya Lach Di pembuka artikel ini, Mamikos sudah menyebutkan bahwa kamu akan mengetahui info terkini seputar ringkasan singkat cerita hikayat Indera Bangawan dan pesan moralnya. Jadi, apabila kamu penasaran dan ingin tahu seperti apa ringkasan singkat cerita hikayat Indera Bangsawan tersebut, pastikan untuk membaca ulasan Mamikos ini hingga selesai. Pengertian dan Penjelasan Mengenai Hikayat Hikayat merupakan salah satu karya sastra lawas yang berbentuk prosa dan berasal dari Melayu. Dalam hikayat biasanya terdapat cerita yang mengandung sejarah, rekaan, biografis, undang-undang, atau bahkan gabungan dari beberapa hal tadi. Selain untuk menyampaikan suatu nasihat atau pesan moral, hikayat juga berguna sebagai pelipur lara dan hati yang gundah, membangkitkan semangat juang hingga dipakai untuk sekadar meramaikan pesta. Karena hikayat ini asalnya dari Melayu, maka tentu saja ceritanya banyak ditulis dalam Bahasa Melayu. Meski demikian, ada banyak hikayat yang mengalami proses adaptasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa lain termasuk Bahasa Indonesia. Tujuannya tentu saja agar semakin banyak pembaca yang memahami dan terinspirasi dari pesan moral dalam hikayat itu sendiri. Nilai yang Terkandung dalam Hikayat Setelah penjelasan mengenai apa itu hikayat di atas, maka ini saatnya kamu tahu apa saja nilai-nilai yang terkandung di dalam hikayat yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Beberapa nilai yang terkandung dalam hikayat tersebut sudah Mamikos rangkum dan cantumkan pada penjelasan sebagai berikut. Nilai-nilanya mencakup nilai moral, agama, sosial, hingga nilai budaya. a. Nilai Moral Nilai moral adalah sebuah nilai yang berhubungan erat dengan akhlak atau sikap baik dan buruk seorang manusia. Dalam hikayat, biasanya terdapat banyak sekali nilai moral yang terkandung hingga dapat dijadikan cerminan dalam bersikap dan berperilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari. b. Nilai Agama Kemudian ada nilai agama yang merupakan sebuah nilai yang berhubungan erat dengan kepercayaan tokoh karakter cerita hikayat akan keberadaan Sang Pencipta. Dalam hikayat sendiri banyak juga yang mengajarkan berbagai nilai keagamaan yang dapat diaplikasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mempertebal keimanan kita. c. Nilai Sosial Nilai sosial adalah sebuah nilai yang berhubungan dengan relasi antarmanusia. Melalui cerita hikayat, kamu dapat banyak mengambil hikmah dan mempelajari tentang berbagai nilai sosial. Hal tersebut dapat melatih diri sendiri agar menjadi manusia yang mampu untuk bersosial dengan manusia lainnya dengan lebih baik lagi. d. Nilai Budaya Nilai budaya adalah sebuah nilai yang berkaitan erat dengan adat istiadat atau kebiasaan budaya yang berlaku di suatu tempat atau wilayah tertentu. Karena hikayat ini asalnya dari Melayu, maka kamu pun bisa banyak mempelajari tentang kebudayaan Melayu dengan membaca cerita hikayat. Ringkasan Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya Hikayat Indera Bangsawan adalah sebuah karya sastra yang ditulis oleh seorang penulis dan penyalin terkenal di masa itu bernama Muhammad Bakir pada 4 September 1894. Hikayat Indera Bangsawan ini ditulis dalam bentuk prosa dan berbahasa Melayu. Tulisan yang digunakan saat itu adalah tulisan Arab-Jawi. Dalam hikayat Indera Bangsawan terdapat sebuah kisah petualangan mengenai keberanian dan kegagahan Indra Bangsawan dalam aksi menyelamatkan Ratna Sari Bulan dari kejahatan raksasa bernama Buraksa. lndera Bangsawan merupakan seorang putra dari Maharaja Indra Bungsu, yakni penguasa Kerajaan Kobat Syahri. Indera Bangsawan memiliki seorang saudara kembar bernama Syahperi. Jika Syahperi lahir bersama sebuah anak panah, maka Indera Bangsawan lahir bersama sebilah pedang. Kedua saudara kembar ini dibekali ilmu mengaji serta mempunyai masing-masing kesaktian yang sama luar biasanya. Hingga pada suatu malam, Maha raja Indera Bungsu mengalami mimpi melihat putri-putri cantik sedang memainkan alat musik buluh perindu. Karena mimpinya itu, Maharaja Indra Bungsu memerintahkan kedua putra kembarnya untuk mencari apa yang dilihatnya dalam mimpinya tersebut. Pencarian Buluh Perindu Indera Bangsawan dan Syahperi pun menuruti perintah sang ayah untuk mencari buluh perindu. Namun ketika sampai di sebuah hutan, keduanya justru terpisah akibat hujan badai. Syahperi sampai di negeri yang dikenal dengan nama Anta Berahi. Tak disangka ia berhasil berjumpa dan menyelamatkan Putri Ratna Sari yang berasal dari Asikin. Hingga kemudian mereka akhirnya menikah. Indera Bangsawan sangat sedih karena terpisah dari kakaknya di dalam hutan. Hingga Indera Bangsawan sampai di sebuah gua dan bertemu dengan seorang nenek raksasa. Sang nenek itu lalu mengangkatnya sebagai cucunya. Indera Bangsawan lalu menceritakan tujuannya masuk ke dalam hutan. Tak lain adalah karena ia diperintahkan sang ayah untuk mencari alat musik buluh perindu. Tak disangka, nenek raksasa itu memiliki satu-satunya buluh perindu di dunia. Hanya saja, ia tak bisa menyerahkan buluh perindu itu pada Indera Bangsawan begitu saja. Sang Nenek lalu mengatakan ia baru bisa memberikan alat musik buluh perindu itu, jika Indera Bangsawan bisa mengalahkan raksasa bernama Buraksa. Saat ini Buraksa sedang menguasai negeri Antah Berantah yang rajanya wajib untuk membayar upeti pada sang raksasa. Dengan kegagahannya, Indera Bangsawan pun menyetujui untuk mengalahkan raksasa. Maharaja Kibar, raja dari negeri tersebut memiliki seorang putri bernama Dewi Kemala Sari. Ketika Indera Bangsawan berhasil mengalahkan Buraksa, sang Raja pun mengizinkan Indera Bangsawan menikahi putrinya tersebut. Karena berhasil mengalahkan Buraksa, Nenek Raksasa pun menepati janjinya dengan menyerahkan buluh perindu pada Indera Bangsawan. Ketika mendapatkan buluh perindu tersebut, Indera Bangsawan pun ingin segera kembali ke kerajaannya untuk memberikannya pada sang ayah. Dengan membawa buluh perindu dan istrinya, Indera Bangsawan kembali ke istana. Tak disangka di sana dia juga berjumpa kembali dengan kakaknya Syahperi. Pesan Moral dari Cerita Hikayat Indera Bangsawan Dari hikayat di atas, maka pesan moral yang bisa diambil adalah kita harus senantiasa menepati janji. Indera Bangsawan tetap menjalankan dan mencoba menepati perintah dari orang tua meskipun di tengah jalan mendapat sejumlah tantangan. Demikian informasi yang bisa Mamikos sampaikan mengenai ringkasan singkat cerita hikayat Indera Bangsawan dan pesan moralnya. Mamikos harap apa yang sudah kamu baca dan simak di pembahasan ini dapat memberikan inspirasi dan pemahaman baru terutama mengenai ringkasan singkat cerita hikayat Indera Bangsawan. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Unsur Intrinsik Hikayat Indra Bangsawan0% found this document useful 0 votes1 views6 pagesOriginal TitleDokumen 5Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1 views6 pagesUnsur Intrinsik Hikayat Indra BangsawanOriginal TitleDokumen 5Jump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Judul Hikayat Indera Bangsawan Penulis NN Sumber Buku Kesusastraan Melayu Klasik HIKAYAT INDERA BANGSAWAN Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan. Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup. Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling carimencari. Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala dan berjalan dengan sekuatkuatnya. Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya. Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. Ia sampai di suatu padang yang terlalu luas. Ia masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Sembilan orang anak raja sudah berada di dalam negeri itu. Akhirnya raksasa itu mencanangkan supaya Indera Bangsawan pergi menolong Raja Kabir. Diberikannya juga suatu permainan yang disebut sarung kesaktian dan satu isyarat kepada Indera Bangsawan seperti kanak-kanak dan ilmu isyarat itu boleh membawanya ke tempat jauh dalam waktu yang singkat. Dengan mengenakan isyarat yang diberikan raksasa itu, sampailah Indera Bangsawan di negeri Antah Berantah. Ia menjadikan dirinya budak-budak berambut keriting. Raja Kabir sangat tertarik kepadanya dan mengambilnya sebagai permainan Puteri Kemala Sari. Puteri Kemala Sari juga sangat suka cita melihatnya dan menamainya si Hutan. Maka si Hutan pun disuruh Puteri Kemala Sari memelihara kambingnya yang dua ekor itu, seekor jantan dan seekor betina. Pada suatu hari, Puteri Kemala Sari bercerita tentang nasib saudara sepupunya Puteri Ratna Sari yang negerinya sudah dirusakkan oleh Garuda. Diceritakannya juga bahwa Syah Peri lah yang akan membunuh garuda itu. Adapun Syah Peri itu ada adik kembar, Indera Bangsawan namanya. Ialah yang akan membunuh Buraksa itu. Tetapi bilakah gerangan Indera Bangsawan baru akan datang? Puteri Kemala Sari sedih sekali. Si Hutan mencoba menghiburnya dengan menyanyikan pertunjukan yang manis. Maka Puteri Kemala Sari pun tertawalah dan si Hutan juga makin disayangi oleh tuan puteri. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. "Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri." Setelah mendengar kata-kata baginda Si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala. Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya dan menunjukkannya kepada raja. Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata tuan puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka tuan puteri pun sembuhlah. Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda menyuruh orang berbuat mahligai di tengah padang akan tempat duduk tuan puteri. Di bawah mahligai itu ditaruh satu bejana berisi air, supaya Buraksa boleh datang meminumnya. Di sanalah anak raja yang sembilan orang itu boleh berebut tuan puteri. Barang siapa yang membunuh Buraksa itu, yaitu mendapat hidungnya yang tujuh dan matanya yang tujuh, dialah yang akan menjadi suami tuan puteri. Maka tuan puteri pun ditinggalkan baginda di mahligai di tengah padang itu. Si Hutan juga menyusul datang. Tuan puteri terharu akan kesetiaannya dan menamainya si Kembar. Hatta si Kembar pun bermohon kepada tuan puteri dan kembali mendapatkan raksasa neneknya. Raksasa neneknya memberikan seekor kuda hijau dan mengajarnya cara-cara membunuh Buraksa. Setelah itu, si Kembar pun menaiki kuda hijaunya dan menghampiri mahligai tuan puteri. Katanya kepada tuan puteri bahwa dia adalah seorang penghuni hutan rimba yang tiada bernama. Tujuan kedatangannya ialah hendak melihat tamasya anak raja yang sembilan itu membunuh Buraksa. Tuan puteri menyilakan naik ke mahligai itu. Setelah menahan jerat pada mulut bejana itu dan mengikat hujung tali pada leher kudanya serta memesan kudanya menarik jerat itu bila Buraksa itu datang meminum air, si Kembar pun naik ke mahligai tuan puteri. Hatta Buraksa itu pun datanglah dengan gemuruh bunyinya. Tuan puteri ketakutan dan si Kembar memangkunya. Tersebut pula perkataan Buraksa itu. Apabila dilihatnya ada air di dalam mulut bejana itu, maka ia pun minumlah serta dimasukannya kepalanya ke dalam mulut bejana tempat jerat tertahan itu. Maka kuda hijau si Kembar pun menarik tali jerat itu dan Buraksa pun terjeratlah. Si Kembar segera datang memarangnya hingga mati serta menghiris hidungnya yang tujuh dan matanya yang tujuh itu. Setelah itu si Kembar pun mengucapkan "selamat tinggal" kepada tuan puteri dan gaib dari padang itu. Tuan puteri ternganga-nganga seraya berpikir bahwa orang muda itu pasti adalah Indera Bangsawan. Hatta para anak raja pun datanglah. Dilihatnya bahwa Buraksa itu sudah mati, tetapi mata dan hidungnya tiada lagi. Maka mereka pun mengerat telinga, kulit kepala, jari, tangan dan kaki Buraksa itu untuk dibawa kepada baginda. Baginda tidak percaya mereka sudah membunuh Buraksa itu, karena tanda-tanda yang dibawa mereka itu bukan alamatnya. Selang berapa lama, si Kembar pun datang dengan membawa mata dan hidung Buraksa itu dan diberikan tuan puteri sebagai isteri. Si Kembar menolak dengan mengatakan bahwa dia adalah hamba yang hina. Tetapi, tuan puteri menerimanya dengan senang hati. Unsur Intrinsik Hikayat Indera Bangsawan 1 Tema Kegigihan seorang Indera Bangsawan. Alasan karena menceritakan usahanya untuk mendapatkan buluh perindu. 2 Latar a Tempat v Negeri Kobat Syahrial Bukti Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. v Hutan Bukti … masuk hutan keluar hutan … v Gunung Bukti … naik gunung turun gunung … v Rimba Bukti … masuk rimba keluar rimba … v Jalan Bukti Beberapa lama di jalan … v Taman Bukti … sampailah ia kepada suatu taman … v Mahligai Bukti Ia naik ke atas mahligai … v Padang Bukti Ia sampai di suatu padang yang terlalu luas. v Gua Bukti Ia masuk di sebuah gua yang ada di padang itu … v Negeri Antah Berantah Bukti … menceritakan bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah … v Tengah padang Bukti Baginda menyuruh orang berbuat mahligai di tengah padang … b Waktu Tujuh tahun kemudian Bukti Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun … c Suasana § Sedih Bukti - Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. - Puteri Kemala Sari sedih sekali. § Senang Bukti - Maka baginda pun terlalu amat sukacita … - Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Ratna Sari sebagai suami istri … - Maka Puteri Kemala Sari pun tertawalah … § Bimbang Bukti Maka baginda pun bimbanglah … § Mengerikan Bukti Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. § Ketakutan Bukti Tuan puteri ketakutan … § Mengharukan Bukti Tuan puteri terharu akan kesetiaannya … 3 Alur Maju Alasan karena cerita disusun dari peristiwa awal yang menceritakan kesedihan Indera Bungsu tidak mempunyai putra. Lalu mempunyai dua orang putra yang gagah. Diikuti peristiwa-peristiwa berikutnya yang menceritakan kedua anak baginda mencari buluh perindu. Kemudian diakhiri dengan penyelesaian yang menceritakan kedua anak baginda mendapatkan kebahagiaan. 4 Konflik a Konflik batin Ø Baginda bimbang memilih putranya yang pantas menjadi raja Bukti Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. b Konflik fisik Ø Syah Peri membunuh Garuda Bukti Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. 5 Penokohan Indera Bungsu - Dermawan Bukti … ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir miskin. - Taat beragama Bukti Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tuhuj tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Tuan Puteri Sitti Kendi Syah Peri - Patuh Bukti Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. - Tawakal Bukti Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata’ala dan berjalan sekuatkuatnya. - Suka menolong Bukti Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Indera Bangsawan - Patuh Bukti Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. - Baik hati Bukti Si Hutan mencoba menghiburnya dengan menyanyikan pertunjukan yang manis. - Setia Bukti Tuan puteri terharu akan kesetiaannya dan menamainya si Kembar. Mualim Sufian Puteri Ratna Sari Dayang-dayang Garuda Inang pengasuh Raksasa - Peduli Bukti Akhirnya raksasa itu mencanangkan supaya Indera Bangsawan pergi menolong Raja Kabir. - Baik hati Bukti Sementara itu Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya … Raja Kabir Buraksa Puteri Kemala Sari - Rendah hati Bukti Tetapi, tuan puteri menerimanya dengan senang hati. Para ahli nujum Sembilan orang anak raja - Patuh Bukti Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Tabib - Suka menolong Bukti Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka tuan puteri pun sembuhlah. 6 Sudut pandang Orang ketiga serba tahu paranomik Alasan karena pengarang berusaha menceritakan semua aspek dari suatu cerita. 7 Amanat Kita harus bersabar dalam menghadapi cobaan Kita hanya boleh menyembah Allah SWT Kita harus mulai menuntut ilmu sejak kecil Kita harus patuh terhadap perintah orang tua Kita harus bertawakal kepada Allah SWT Sesama manusia, kita harus saling tolong menolong Analisis Struktur Hikayat Indera Bangsawan - Struktur hikayat indera bangsawan. 4. 1. Iklan. Iklan. II.. Bahasan pertama menjelaskan rangkaian cerita hikayat inderabangsawan. pembahasan kedua berisi uraian unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. bahasan ketiga berisi uraian analisis unsur ekstrinsik hikayat indera bangsawan. Sejak kecil kedua anak baginda itu dididik dengan baik..analisis struktur hikayat indera bangsawan, riset, analisis, struktur, hikayat, indera, bangsawan LIST OF CONTENT Opening Something Relevant Conclusion Fanani, Muhammad 1998 Hikayat Indra Bangsawan analisis struktur dan nilai budaya. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta. ISBN 979-459-915-9 Preview. Text Hikayat Indra Bangsawan 1998.pdf Download 11MB Preview. Item Type Book Subjects Pendidikan > Bahasa dan Kesusatraan >. Struktur dan Nilai Budaya Hikayat Indra Bangsawan" Fanani, 1996, dan "Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Sastra Pengaruh " Fanani, dkk. 1997. Karya sastra lain yang sejenis dan yang telah dikerjakan transli-terasinya, antara lain, Hikayat Indra , Hikayat Mandu, Hikayat Indra Nata, Hikayat Bikrama Cindra, Hikayat Indra Jaya Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk Analisis Wacana Kritis yang terdiri atas Struktur teks, Konteks Sosial, dan Kognisi Sosial pada Hikayat Indera Bangsawan. Penelitian ini bersifat Kualitatif dengan metode Deskriptif Sedangkan Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu Metode Studi kepustakaan. Hikayat Indra Bangsawan ini disimpan di Perpilstakaan Balai Pustaka Jakarta. Penelitian Hikayat Indra Bangsawan ini dipusatkan pada analisis struktur, terdiri atas tema, amanat, penokohan, dan latar. Di samping itu, juga dilengkapi deskripsi nilai budaya. Kerangka teori yang digunakanAnalisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Hikayat Syahrul Indra by Fanani, Muhammad Published 1998 Pangeran Indra Bangsawan by Saptarini, Tri, et al. Published 2016 Recommended Posts of Analisis Struktur Hikayat Indera Bangsawan Analisis Struktur Hikayat Indera Bangsawan - - Hikayat termasuk karya sastra lama yang berisikan kisah mengenai suatu hal. Umumnya hikayat menceritakan peristiwa atau kejadian yang terjadi di zaman dahulu.. Menurut Yoani Juita Sumasari dalam jurnal Analisis Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat Cerita Taifah 2014, kata 'hikayat' berasal dari kata kerja dalam Bahasa Arab, hikayat indera bangsawan. 4. 1. Iklan. Iklan. II.. Bahasan pertama menjelaskan rangkaian cerita hikayat inderabangsawan. pembahasan kedua berisi uraian unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. bahasan ketiga berisi uraian analisis unsur ekstrinsik hikayat indera bangsawan. Sejak kecil kedua anak baginda itu dididik dengan 1 Hikayat ini menceritakan tentang dua putra raja yang kembar bernama Indera Bangsawan dan Syah Peri. Paragraf 2 Meski sang raja bingung menentukan calon penggantinya sebagai raja beliau tetap menyuruh kedua putranya untuk menuntut ilmu agar layak menjadi raja. Paragraf 3 Syah Peri dan Indera Bangsawan mencari buluh perindu. 1. 2. Ringkasan Singkat Cerita Hikayat Indera Bangsawan dan Pesan Moralnya — Hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang berbentuk prosa dari Melayu. Hikayat ini juga biasanya berisi cerita, silsilah rekaan bukan yang sebenarnya, undang-undang, cerita keagamaan, sejarah, biografis atau bisa juga gabungan dari jenis-jenis cerita Intrinsik Hikayat Indera Bangsawan. 1 Tema. Kegigihan seorang Indera Bangsawan. Alasan karena menceritakan usahanya untuk mendapatkan buluh perindu. 2 Latar. a Tempat. v Negeri Kobat Syahrial. Bukti Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. v adalah situs bacaan dan penerbitan sosial terbesar di 4 Hikayat Indera Bangsawan Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari Indera Bangsawan adalah sebuah cerita petualangan keberanian dan kegagahan Indra Bangsawan dalam menyelamatkan Ratna Sari Bulan dari kejahatan seorang raksasa bernama Buraksa. lndra Bangsawan adalah putra Maharaja Indra Bungsu, penguasa Kerajaan Kobat Syahri. Indra Bangsawan mempunyai saudara kembar bernama - Hikayat termasuk karya sastra lama yang berisikan kisah mengenai suatu hal. Umumnya hikayat menceritakan peristiwa atau kejadian yang terjadi di zaman dahulu.. Menurut Yoani Juita Sumasari dalam jurnal Analisis Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat Cerita Taifah 2014, kata 'hikayat' berasal dari kata kerja dalam Bahasa Arab, yang berarti menceritakan atau Struktur "Hikayat Indera Bangsawan" terdiri dari abstraksi, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Bagian unik dari struktur hikayat tersebut adalah komplikasi, evaluasi, dan resolusi. Hal itu karena dalam setiap bagian tersebut dikisahkan dua tokoh, yaitu Indera Bangsawan dan saudaranya Syah Peri.Hikayat Indera Bangsawan merupakan salah satu daripada kesusasteraan bahasa Melayu yang ditulis sekitar 1899. Pengarangnya tidak diketahui. Ia antara karya yang masih terselamat sehingga hari ini. Pada masa kini Hikayat Indera Bangsawan menjadi salah satu sumber penting pengkajian bahasa Melayu dan untuk penyelidikanHikayat Indera Bangsawan [Micro ➡️ These are the results of people's searches on the internet, maybe it matches what you need Conclusion From Analisis Struktur Hikayat Indera Bangsawan Analisis Struktur Hikayat Indera Bangsawan - A collection of text Analisis Struktur Hikayat Indera Bangsawan from the internet giant network on planet earth, can be seen here. We hope you find what you are looking for. Hopefully can help. Thanks. See the Next Post Hikayat Indera Bangsawan Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya. Tuan Puteri Siti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan. Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup. Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari. Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata'ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya. Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. la naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. ltulah sebabnya la ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Raina Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya. Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. la sampai di suatu padang yang terlalu luas. la masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa lndera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian,negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri." Setelah mendengar kata-kata baginda, si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala. Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu, Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya dan menunjukkannya kepada raja. Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteri pun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puteri sembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya. Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indera Bangsawan. Indera Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil Jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri. Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa piker panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong. Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya. Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa. Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya. Sumber Buku Kesusastraan Melayu Klasik Bagaimana cara Indera Bangsawan masuk ke dalam istana Raja Kabir?

unsur intrinsik dalam hikayat indera bangsawan